Rabu, 21 Januari 2015

Jin Jahat dan Pembacaan Maulid

Kejadian ini di Solo. Ketika sebuah rumah tua akan dijual oleh pemiliknya namun terlalu banyak jin jahat yang ada di dalamnya. Siapa pun yang masuk akan kesurupan. Di dalam rumah itu ada sebuah kamar yang berisi gamelan dan lainnya, yang konon siapa pun yang berani masuk ke situ akan mati.

Ketika hal itu disampaikan oleh pemilik rumah kepada al Habib Anis al Habsyi Solo, beliau memerintahkan si pemilik rumah untuk membuka semua pintu dan jendela, lalu masuk bersama-sama sambil bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, lalu di hadapan kamar yang paling berbahaya itu dibacakan bersama-sama maulid Nabi Saw, maka saat sampai pada asyraqal (berdiri untuk malahl qiyam) maka terdengar suara hiruk pikuk dari dalam kamar itu dan pintunya terbuka diiringi suara jeritan yang cukup banyak dari makhluk tak terlihat yang ada di situ keluar dari dalam kamar. Maka setelah itu, rumah itu pun aman.

Hikmah dan Keutamaan Shalawat


Ada banyak hikmah dan keutamaan yang menyertai setiap amaliah yang diperintahkan di dalam Islam, termasuk shalawat. Bila Anda membiasakan diri menghaturkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, ada banyak hikmah dan keutamaan yang akan Anda dapatkan. Hikmah dan keutamaan bershalawat yang kita peroleh informasinya dari hadits dan nasihat-nasihat para ulama tujuannya adalah agar kita semakin semangat untuk bershalawat dan menjadikannya sebagai dzikir yang terus membasahi hati dan lidah kita.

Berikut akan kami sampaikan sejumlah hikmah dan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW:

Selasa, 20 Januari 2015

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Bershalawat


Perlu diingat bahwa bershalawat bukan sekedar memuji dan menyanjung Baginda Rasul SAW. Ketika Anda membaca shalawat, Anda bukan hanya sekedar melafalkan kalimat-kalimat indah dan puitis untuk Rasulullah SAW, namun hakikatnya Anda sedang berdoa, berdzikir dan bermunajat kepada Allah Ta’ala. Tentunya ketika Anda menyampaikan shalawat teriring harapan dalam hati Anda semoga Allah ‘Azza wa Jalla berkenan mengabulkannya. Berdoa, berdzikir dan bermunajat kepada Allah termasuk bentuk ibadah. Sehingga orang yang bershalawat pada dasarnya adalah orang yang sedang beribadah kepada Allah, dan dia akan mendapatkan limpahan anugerah dan pahala dari-Nya.

Oleh karena itu, apabila Anda hendak bershalawat ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan, baik yang terkait dengan kondisi, tempat maupun waktu.

Senin, 19 Januari 2015

Mengapa Shalawat Kita Haturkan kepada Nabi Muhammad Saw?

Tentunya sebagai umat Islam kita bersepakat dan meyakini dengan penuh keimanan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia paling sempurna dan memiliki derajat kemuliaan tertinggi di sisi Allah SWT. Beliau adalah yang terpilih di antara manusia-manusia pilihan. Beliau adalah sosok terkasih di antara para kekasih Allah, yang jauh sebelum wujudnya hadir di alam dunia ini cahaya (nur)-nya telah terlebih dahulu diciptakan Allah. Bahkan keberadaan Nur Muhammad itu mendahului masa diciptakannya Nabi Adam AS, Sang Abul Basyar.

Ada pendapat yang mengatakan, syahdan mahar yang diberikan oleh Nabi Adam AS saat menikahi Bunda Hawa adalah bacaan shalawat yang beliau lantunkan sebanyak sepuluh kali. Luar biasa bukan? Padahal masa itu Nabi Adam AS sama sekali belum mengetahui seperti apa wujud manusia yang kepadanya shalawat itu beliau haturkan. Kemuliaan yang dianugerahkan Allah pada diri Nabi Muhammad SAW membuat namanya disebut-sebut dalam pernikahan suci yang berlangsung antara Nabi Adam AS dengan Bunda Hawa.

Bahkan ketika Nabi Adam AS berbuat kekhilafan, dalam pertaubatannya kepada Allah SWT beliau menyebut nama Nabi Muhammad SAW. Beliau memohon ampun kepada Allah dengan menyebut nama makhluk pilihan yang paling dikasihi Allah, yakni Nabi Muhammad SAW. Telah sampai kepada kita riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menceritakan perihal itu.

Inilah Alasannya Mengapa Anda Harus Bershalawat

Perlu diketahui bahwa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah sebuah amal yang diada-adakan (bid’ah). Membaca shalawat bukanlah amaliah yang muncul akhir-akhir ini. Ia memiliki landasan syariat yang secara langsung disampaikan perintahnya oleh Allah SWT di dalam al-Qur’an. Simaklah ayat berikut ini:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab [33]: 56)

Apa yang terlintas di hati Anda setelah membaca dan memperhatikan ayat di atas?


Tentunya Anda menemukan informasi yang begitu jelas bahwa Allah sendiri sebagai Sang Pencipta Nabi Muhammad SAW turut bershalawat kepadanya. Tidak ada satu amalan pun yang diperintahkan Allah kepada kita untuk melaksanakannya dan Dia sendiri melakukannya selain shalawat. Allah SWT memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Nabi SAW dan Dia pun turut bershalawat.

Pengertian Shalawat

Sebagai seorang Muslim tentunya Anda tidak asing dengan shalawat. Bahkan bisa dipastikan bahwa Anda pernah dan sering membaca shalawat, setidaknya tatkala menunaikan shalat yang di dalamnya kita mesti membaca shalawat setelah bacaan tasyahud. 


Namun tentunya tidak mudah bagi setiap Muslim untuk menjawab ketika ditanya apa sebenarnya yang dimaksud dengan shalawat. Kebanyakan dari kita hanya bisa mengatakan bahwa shalawat adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan Rasulullah Muhammad SAW. Itulah sebabnya sebelum mengupas lebih jauh tentang shalawat, hal pertama yang perlu dijelaskan di sini adalah pengertian shalawat.


Secara bahasa, makna shalawat adalah doa, berkah, rahmat dari Allah, dan ibadah. Dalam bahasa Arab, ‘shalawat’ adalah bentuk jamak dari kata ‘shalat’. Jika shalawat dilakukan manusia, maka ia berarti permohonan; jika dilakukan oleh malaikat, maka maknanya adalah permohonan ampunan (maghfirah); dan jika yang melakukan shalawat adalah Allah, maka maknanya adalah curahan rahmat dari-Nya.